Air Mata adalah Simbol Kekeringan Hati

Posted: Oktober 28, 2010 in Sastra

Assalamualaikum,.,.

Tulisan ini sebenarnya saya buat dengan terpaksa, berawal dari adik saya yang mendapat tugas kuliah untuk mencari makna Sebuah Ungkapan yang saya sendiri  tidak tahu asal usul ungkapan tersebut ,.,. yaitu “Air Mata adalah Simbol Kekeringan Hati”.


Menangis bukan sekedar pelampiasan perasaan. Menangis merupakan reaksi atas tersentuhnya hati oleh sebuah kejadian. Arti air mata yang tercurah saat menangis merupakan ungkapan perasaan atas kebahagiaan, kekecewaan juga kesedihan. Tangis adalah anugerah bagi hidup dan hati agar senantiasa menyadari fitrah kemanusiaan yang begitu indah, tetapi lemah dan tak berdaya atas kuasa Illahi. Menjadi refleksi ketiadaan juga keterbatasan, tiada yang sempurna di dunia dan tak ada keabadiaan atas fana, semua yang bernyawa akan binasa.

Banyak orang yang menyiratkan tangisan yang mereka alami itu dalam sebuah tulisan, baik melalui sebuah puisi, kata mutiara, status dalam jejaring sosial maupun thread dalam forum-forum di duni maya.

Menangis tak selalu identik dengan sosok perempuan. Setiap raga yang memiliki jiwa pasti pernah menangis, setidaknya menangis dalam hati, menangis ketika masih bayi, dan menangis di hadapan Tuhan. Tangisan tidak selalu berarti kerapuhan, kecengengan atau kelemahan seseorang. Jika tangisan bisa melemahkan seseorang, tangisan pun bisa menguatkan ketegaran seseorang untuk berjuang. Dalam kepasrahan yang dalam, tangisan mampu mengembalikan kesadaran seseorang kan fitrahnya sebagai manusia dan hamba Yang Maha Sempurna, sehingga tangisan mampu melarutkan sebuah jiwa dalam doa yang khusyuk, taubat yang sesungguhnya hingga totalitas penyerahan diri kepada Tuhan.. Ini yang disebut tangisan spiritual.Tangisan ini yang senantiasa dicurahkan oleh para Utusan Tuhan serta kaum yang beriman. Menjadi pengantar kesadaran akan ketidakberdayaan, kelemahan dan kelalaian dalam menghamba. Menjadi penutur sujud, penyerahan dan kepasrahan dalam taubat demi mengharap maaf Yang Maha Pemaaf..Ketika Adam dan Hawa diturunkan ke bumi secara terpisah mereka menangis. Tangis taubat sepasang insan ini merupakan refleksi kesadaran dan realisasi sesal atas  dosa yang telah mereka lakukan. Robbana Ya Robbana dzolamna anfusana waillam tagfir lana watarhamna lana kunanna minal khosirin. Mereka pun kembali menangis saat dipertemukan dan dipersatukan kembali oleh Yang Maha Pengampun untuk melahirkan generasi manusia. Tangis bahagia mereka menjadi ungkapan rasa syukur atas kebesaran-Nya.

Kita sering menangis ketika hati terluka, curhat_mengadukan sejuta masalah, meminta selaksa kemudahan, memohon segudang rezeki dalam hidup kita atau sekedar menyatakan ketidakmampuan menghadapi cobaan hidup kepada Yang Maha Hidup. Setelah mengadukan semua kepada-Nya, ada setitik tenang dalam hati, setetes spirit untuk kembali memberdayakan ikhtiar hidup di atas keyakinan akan pertolongan-Nya. Doa, dzikir dan air mata mampu menutrisi hati untuk kembali menafaskan-Nya. Di sanalah fitrah itu berkarya, menumbuhkan rasa sakit, menyisipkan luka dan kecewa, memekarkan kebahagiaan, dalam sebuah tangisan yang bermakna agar kita menyadari eksistensi dan kekuasaan Yang Maha Kuasa. Karena itu, menangis yang utama ialah menangis karena dosa, dan tangis yang sempurna adalah tangisan demi Yang Maha Cinta.

Dari sedikit kutipan diatas yang saya ambil dari sebuah blog Nia Hidayati (dan saya sangat sepakat dengan tulisan itu) saya tidak melihat sedikitpun kalimat yang menyetujui dari judul tulisan saya ini. Karena bagi saya Air mata itu bukan hanya simbol dari kekeringan hati.

Lalu apakah maksud dari kalimat Air Mata adalah Simbol Kekeringan Hati, yang di maksudkan dosen dari adik saya tersebut.

Saya mencoba memberikan makna untuk ungkapan yang satu ini, dari sudut pandang saya. Seperti apa kata sahabat Blogger kita yang diatas, Ada beberapa hal yang menyebabakan air mata kita harus tercurah, yaitu kebahagiaan, kekecewaan, dan juga kesedihan. Tapi untuk Ungkapan diatas saya cenderung mengambil dari sisi yang berbeda dari sebuah kebahagiaan yaitu “kekecewaan dan kesedihan”.

Kekeringan Hati merupakan sebuah konotasi dari kekecewaan, kesedihan, keterpurukan, keputus asaan ataupun dari sisi agama yaitu kelemahan Iman. Ketika kita sedang mengalami masalah yang begitu rumit dalam hidup kita, kita lebih cenderung untuk mencoba menghadapi masalah tersebut padahal sering kali kita merasa lemah untuk menghadapinya.

ketika keterpurukan itu datang, kita sering kali untuk mencoba menghindar dari masalah yang sedang kita alami, di sinilah sering kali air mata kita menjadi pelampiasan dari semua hal yang sedang  melanda kita pada saat itu. Sebenarnya tangisan atau air mata yang tercurahkan bukanlah keinginan kita tapi semua terjadi secara alamiah karena itu merupakan fitrah dari manusia yang sering kali membuat bathin kita yang dulu begitu terasa kuat merasa tak mampu lagi membendung semua tekanan yang ada.

Bathin merupakan kesadaran yang tumbuh dari setiap orang untuk mentaati setiap ketentuan, kelaziman, norma dan tata nilai yang menurut keyakinannya baik dan bermanfaat bagi dirinya. Berdasarkan defenisi tersebut berarti tanpa kita sadari bathin yang ada pada diri kita adalah cerminan hati yang sebenarnya. Dengan kata lain ketika Bathin kita terguncang dengan segala tekanan yang ada, ataupun Hilangnya kesadaran kita akan sisi positif dalam hidup kita, ketika itulah terjadi kekeringan hati.

Maka kesimpulan yang saya ambil dari semua penjelasan di atas.  “Air Mata adalah Simbol Kekeringan Hati” merupakan suatu ungkapan yang menggambarkan titik terendah dari kesabaran seorang manusia (Tangisan) dalam menghadapi sebuah tekanan hidup, yang mengakibatkan ketidak berdayaan dalam mengingat kuasa Illahi sebagai Maha Pemberi Pertolongan (Kekeringan Hati) entah itu berupa kekecewaan, kesedihan, keterpurukan, keputusasaan, ataupun kerinduan.

Wassalam.

NB : Tulisan Ini Saya Dedikasikan Khusus Buat Adik Saya tercinta ( SURMI )

Surmi

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s